Setelahmembahas mengenai ciri – ciri dari hikayat, sekarang anda juga wajib mengetahui unsur – unsur dari hikayat. Unsur – unsur yang terdapat di dalam hikayat sendiri tak terlalu berbeda dengan jenis prosa lama dan yang lainnya, karena hikayat dibangun menggunakan dua unsur yakni unsure intrinsik dan juga unsur ekstrinsik.
UnsurIntrinsik dan Ekstrinsik Hikayat Hikayat adalah karya sastra melayu lama yang berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, silsilah raja-raja, biografi, atau gabungan dari semuanya. 2. Ciri-ciri Hikayat. Ø Isi cerita berkisar pada
Suatukarya sastra mempunyai unsur intrinsik dan ekstrininsik. Jika pendekatan intrinsik ini memperhitungkan kaitan-kaitan antara unsur-unsur itu, tanpa memperhatikan faktor-faktor diluar karya sastra disebut pendekatan struktural. Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Sang Boma
UnsurUnsur Intrinsik Sastra Melayu Klasik. 1. Tema adalah ide pokok yang mendasari sebuah cerita. Pada umumnya naskah Melayu Klasik. mempunyai tema perjuanganm percintaan, pendidikan, dan keagamaan. 2. Tokoh dan Penokohan. 3. Latar: (1) latar tempat; (2) latar waktu; dan (3) latar keadaan.
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Daftar Isi Pengertian Hikayat Ciri-ciri Hikayat Unsur Intrinsik Hikayat 1. Tema 2. Latar 3. Alur 4. Amanat 5. Tokoh 6. Watak/Penokohan 7. Sudut Pandang 8. Gaya Bahasa Unsur Ekstrinsik Hikayat Struktur Hikayat 1. Abstrak 2. Orientasi 3. Komplikasi 4. Evaluasi 5. Resolusi 6. Koda Nilai-nilai dalam Hikayat Bentuk Hikayat 1. Hikayat Cerita Rakyat 2. Roman 3. Epos 4. Tambeh 5. Chara Jenis-jenis Hikayat 1. Jenis Teks Hikayat Berdasarkan Isinya 2. Jenis Teks Hikayat Berdasarkan Asalnya Contoh Hikayat - Hikayat adalah salah satu jenis sastra lama yang berbentuk lisan atau tulisan. Pada umumnya, hikayat mengisahkan tentang kehidupan dari kaum bangsawan, keluarga istana, atau orang-orang yang memiliki kehebatan apa saja unsur-unsur di dalam hikayat? Lalu bagaimana struktur penulisan hikayat? Simak pembahasannya secara lengkap serta contohnya dalam artikel berikut ini yuk, adalah jenis karya sastra lama yang berbentuk prosa. Hikayat biasanya mengandung nilai-nilai moral dan sering kali disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut KBBI Daring, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu. Biasanya, hikayat dibaca untuk perlipur lara, membangkitkan semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan biasanya diawali dengan pembukaan yang panjang dan kemudian menceritakan kisah-kisah yang terkait dengan tokoh heroik atau romantis. Tokoh dalam hikayat sering kali dipandang sebagai simbol dari kebaikan atau keburukan. Lalu, cerita yang disampaikan sering kali diambil dari sejarah atau legenda HikayatAda sejumlah ciri-ciri di dalam cerita hikayat. Dikutip dari buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA Rangkuman Bahasa Indonesia SMA MA SBMPTN oleh Tomi Rianto, berikut ciri-ciri menggunakan bahasa Melayu ceritanya berlatarkan ceritanya tidak masuk akal atau bersifat bersifat kaku dan pengarang hikayat tidak menggunakan kata arkais, yaitu kata-kata yang jarang digunakan seperti syahdan dan Intrinsik HikayatSebagai informasi, hikayat memiliki dua unsur utama, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Intrinsik adalah unsur yang membangun cerita hikayat dari tidak bingung, simak penjelasan unsur intrinsik hikayat di bawah TemaTema adalah gagasan yang mendasari sebuah LatarLatar menjelaskan tentang tempat, waktu, dan suasana di dalam suatu cerita AlurAlur merupakan jalinan peristiwa di dalam sebuah AmanatAmanat adalah pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah TokohTokoh merupakan pemeran di dalam cerita Watak/PenokohanPenokohan adalah penggambaran watak seorang tokoh di dalam cerita Sudut PandangSudut pandang merupakan teknik yang dipilih oleh penulis untuk mengemukakan gagasan dalam Gaya BahasaMerupakan kemampuan penulis dalam menyajikan suatu cerita yang menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan Ekstrinsik HikayatJika intrinsik membangun unsur cerita dari dalam, lain halnya dengan ekstrinsik di mana unsur cerita hikayat dibangun dari luar. Simak unsur-unsur ekstrinsik hikayat berikut belakang agamaAdatBudayaNilai dan norma kehidupanStruktur HikayatAda beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam membuat cerita hikayat. Dilansir situs berikut sejumlah struktur AbstrakPada dasarnya, dalam penulisan hikayat abstrak bersifat opsional. Artinya, abstraksi boleh disertakan dan boleh juga tidak. Dengan begitu, struktur abstraksi bergantung dari penulis hikayat itu OrientasiOrientasi adalah salah satu bagian teks yang berkaitan dengan beberapa aspek, mulai dari aspek waktu, tempat, dan suasana. Nah, ketiga aspek itu akan mempengaruhi penulisan KomplikasiKomplikasi adalah urutan kejadian yang mengaitkan antara sebab dan akibat. Komplikasi dapat juga diartikan sebagai puncak masalah dan munculnya konflik dalam alur hikayat. Nah, konflik tersebut yang sebenarnya mengeluarkan karakter dan watak asli dari tokoh yang diceritakan di dalam EvaluasiSesuai namanya, evaluasi adalah bagian struktur dalam hikayat yang menjelaskan tentang penyelesaian atau jalan keluar dari suatu ResolusiResolusi adalah bagian yang menawarkan solusi terhadap permasalahan yang sudah diciptakan oleh penulis di dalam hikayat. Setelah kehadiran solusi, biasanya penulis akan mengarahkan hikayat pada KodaIstilah koda lebih tepat digunakan untuk mengartikan pesan dan amanat yang disampaikan oleh penulis. Jadi, di bagian koda para pembaca hikayat bisa mengambil pelajaran atau pesan dalam HikayatHikayat memiliki sejumlah nilai-nilai penting, baik itu kepada penulis atau para pembacanya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa nilai-nilai di dalam untuk membangkitkan semangat para sarana untuk sering kali dijadikan sebagai sarana untuk meramaikan suatu acara atau hanya menghibur, hikayat disampaikan kepada masyarakat umum untuk menyampaikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam HikayatSecara umum, hikayat terbagi ke dalam lima bentuk. Apa saja bentuk-bentuk hikayat tersebut? Simak penjelasannya di bawah Hikayat Cerita RakyatHikayat ini menggambarkan cerita rakyat dengan jenaka. Umumnya, hikayat ini menceritakan asal muasal suatu tempat atau RomanRoman adalah hikayat yang mengisahkan tentang kisah asmara atau kisah rumah EposEpos merupakan salah satu bentuk hikayat yang menceritakan tentang sosok kepahlawanan di masa TambehTambeh adalah hikayat yang mengisahkan pedoman kehidupan sebagai manusia, sehingga di dalam ceritanya banyak mengandung pelajaran yang dapat CharaYang terakhir adalah chara, yakni salah satu bentuk hikayat yang fokus pada seorang tokoh yang memiliki sifat terpuji. Jadi, chara dapat dikategorikan ke dalam jenis hikayat HikayatSebagai informasi, hikayat terbagi ke dalam dua jenis, yakni jenis hikayat berdasarkan isinya dan berdasarkan asalnya. Untuk lebih jelasnya, simak di bawah Jenis Teks Hikayat Berdasarkan IsinyaTeks hikayat berdasarkan isinya terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, sepertiCerita rakyatEpos IndiaCerita dari JawaCerita-cerita IslamSejarah dan biografiCerita bertingkat2. Jenis Teks Hikayat Berdasarkan AsalnyaSeperti yang sudah dijelaskan di atas, cerita hikayat berasal dari Melayu. Namun, seiring berjalannya waktu ada banyak cerita hikayat yang asalnya dari sejumlah bangsa, yakniMelayu asliJawaHindu IndiaArab-PersiaContoh HikayatSetelah mengetahui pengertian dan struktur tentang hikayat, mari kita simak salah satu contoh cerita hikayat yang terkenal, yakni Hang Tuah. Sedikit informasi, cerita hikayat ini mengisahkan seorang pejuang Melayu bernama Hang Tuah, yang dikenal sebagai salah satu pejuang terhebat di masa TuahPada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak Hang Mahmud. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orang di Sungai Duyung mendengar kabar tentang Raja Bintan yang baik dan sopan kepada semua Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepada istrinya yang bernama Dang Merdu, "Ayo kita pergi ke Bintan, negeri yang besar itu, apalagi kita ini orang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebih mudah mencari pekerjaan." Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmud pun terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau seperti wangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepada istri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsung memandikan dan melulurkan itu, ia memberikan anaknya itu kain, baju, dan ikat kepala serba putih. Lalu Dang Merdu memberi makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam, ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untuk Hang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu. Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya, "Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh."Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar, banyak orang yang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik toko meninggalkan tokonya dan melarikan diri ke kampong. Gemparlah negeri Bintan itu dan terjadi kekacauan di mana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah, "Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung?"Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu, "Negeri ini memiliki prajurit dan pegawai yang akan membunuh, ia pun akan mati olehnya." Waktu ia sedang berbicara, ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah sambil menghunuskan kerisnya. Maka ibunya berteriak dari atas toko, katanya, "Hai, anakku, cepat lari ke atas toko!"Hang Tuah mendengarkan kata ibunya, ia pun langsung bangkit berdiri dan memegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datang ke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah pun melompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkan kapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelah kepala orang itu dan kata seorang anak yang menyaksikannya, "Dia akan menjadi perwira besar di tanah Melayu ini." Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Mereka pun langsung berlari-lari mendapatkan Hang Tuah. Hang Jebat dan Hang Kesturi bertanya kepadanya, "Apakah benar engkau membunuh pemberontak dengan kapak?"Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab, "Pemberontak itu tidak pantas dibunuh dengan keris, melainkan dengan kapak untuk kayu."Kemudian karena kejadian itu, baginda raja sangat mensyukuri adanya sang Hang Tuah. Jika ia tidak datang ke istana, pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja. Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hati kepada Hang Tuah. Setelah diskusi itu, datanglah mereka ke hadapan Sang saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama para bawahannya, Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut, lalu menyembah Sang Raja, "Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, ada banyak berita tentang pengkhianatan yang sampai kepada saya. Berita-berita itu sudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya."Setelah Sang Baginda mendengar hal itu, maka Raja pun terkejut lalu bertanya, "Hai kalian semua, apa saja yang telah kalian ketahui?"Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab, "Hormat tuanku, pegawai saya yang hina tidak berani datang, tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan hal ini."Maka Baginda bertitah, "Hai Tumenggung, katakan saja, kita akan membalasnya."Maka Tumenggung menjawab, "Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, untuk datang saja hamba takut karena yang melakukan hal itu, tuan sangat menyukainya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya karena jika tidak, alangkah buruknya nama baik hamba, seolah-olah menjelek-jelekkan orang itu."Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu, maka Baginda bertitah, "Siapakah orang itu, Sang Hang Tuah kah?" Maka Tumenggung menjawab, "Siapa lagi yang berani melakukannya selain Hang Tuah itu. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba, hamba sendiri juga tidak percaya, lalu hamba melihat Hang Tuah sedang berbicara dengan seorang perempuan di istana tuan ini. Perempuan tersebut bernama Dang Setia. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu, maka hamba dengan dikawal datang untuk mengawasi mereka."Setelah Baginda mendengar hal itu, murkalah ia, sampai mukanya berwarna merah padam. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu, "Pergilah, singkirkanlah Si Durhaka itu!" Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negeri itu, tetapi si Tuah tidak mati karena si Tuah itu perwira besar, apalagi dia menjadi wali sekarang ini Hang Tuah berada di puncak dulu Sungai Perak, di sana ia duduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Sekarang pun Raja ingin bertemu dengan seseorang, lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata, "Tidakkah Tuan ingin mempunyai istri?" Lalu jawabnya, "Saya tidak ingin mempunyai istri lagi."Nah, itu dia pembahasan lengkap mengenai hikayat beserta pengertian, ciri-ciri, unsur, struktur, dan contohnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang ingin mencari tahu tentang hikayat dan bagaimana struktur penulisannya yang benar. Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] ilf/des
Sinopsis Sastra Angkatan Pujangga Lama. Hang Tuah adalah seorang pemuda miskin. Bapaknya bernama Hang Mahmud dan Ibunya Dang Merdu Wati. Mereka hanya tinggal di sebuah gubug di Kampong Sungai Duyong. Bapaknya dulu pernah menjadi hulubalang istana yang handal. Sedangkan ibunya juga merupakan keturunan dayang di istana. Banyak penduduk di Sungai Duyung mendengar kabar bahwa Raja Bintan adalah raja yang baik dan sopan kepada semua rakyatnya. Waktu Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepada istrinya untuk pergi ke Bintan mendapatkan pekerjaan untuk hidup yang lebih baik di tanah Bintan yang makmur. Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit. Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmud seketika terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau seperti wangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepada istri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu Wati lalu langsung memandikan dan melulurkan anaknya. Kemudian memberikan anaknya itu kain, baju, dan ikat kepala serba putih. Lalu Dang Merdu Wati memberi makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam, ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan bagi Hang Tuah. Besok harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Tiba-tiba pemberontak datang ke tengah pasar, banyak orang yang mati dan luka-luka. Pemilik toko meninggalkan tokonya dan melarikan diri ke kampung. Negeri Bintan menjadi rusuh itu dan terjadi kekacauan dimana-mana. Semua orang melarikan diri ke kampung, kecuali Hang Tuah. Lalu pemberontak itu menuju Hang Tuah sambil menghunuskan kerisnya. Ibunya Hang Tuah berteriak dari atas toko dan menyuruh anaknya melarikan diri. Pemberontak itu datang ke hadapan Hang Tuah dan menikamnya bertubi-tubi. Dengan sigap Hang Tuah lalu melompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkan kapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelalah kepala orang itu dan mati. Di lain pihak, sejak berada di Bintan, Hang Tuah muda bertemu dan bersahabat dengan Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Kelima pemuda itu diceritakan selalu bersama-sama. Hang Tuah dan empat orang kawannya Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu menuntut ilmu bersama Adiputra di Gunung Ledang. Di tempat ini Hang Tuah telah jatuh cinta pada Melor yaitu putri asli yang tinggal di Gunung Ledang dan menjadi pembantu Adiputra. Setelah selesai menuntut ilmu, mereka berlima kembali ke kota Melaka. Pada suatu hari, mereka berhasil menyelamatkan Dato’ Bendahara sama seperti Perdana Menteri dari amukan seseorang yang berbahaya. Dato’ Bendahara berterima kasih dan kagum dengan ketangkasan mereka dan mengajak mereka semua ke rumahnya lalu mengajak mereka untuk bertugas di istana. Kemudian Hang Tuah dan kawan-kawan sangat disayangi oleh Sultan, dan akhirnya Hang Tuah mendapat gelar Laksamana. Waktu mendampingi mengiringi Sultan Malaka ke Majapahit di Pulau Jawa, Hang Tuah juga berhasil membunuh seorang pendekar Jawa bernama Taming Sari. Dalam pertarungan itu Taming Sari, seorang pendekar yang kebal dari senjata tajam. Tapi Hang Tuah tahu rahasia kekebalan Taming Sari terletak pada kerisnya. Lalu Hang Tuah berhasil merampas keris dan membunuh Taming Sari. Keris itu kemudiannya dianugerahkan oleh Betara Majapahit kepada Hang Tuah. Pemilik keris ini akan menjadi kebal seperti pendekar Jawa Taming Sari. Pada suatu hari Hang Tuah ditugaskan ke Pahang untuk mendapatkan Tun Teja yang akan dijadikan permaisuri Sultan Malaka. Ketika Hang Tuah ke Pahang, Melor turun dari Gunung Ledang mencari Hang Tuah. Tapi Melor telah ditawan oleh Tun Ali atas hasutan Patih Karma Vijaya untuk dijadikan gundik Sultan. Atas muslihat Tun Ali juga, Hang Tuah yang kembali dari Pahang akhirnya dapat berjumpa Melor. Namun Sultan melihat perbuatan Hang Tuah itu. Lalu terjadilah fitnah. Maka Sultan menghukum Melor dan Hang Tuah akan dihukum mati, karena dituduh berzina dengan Melor yang telah menjadi gundik Sultan. Tapi kenyataannya, hukuman mati tidak dilaksanakan oleh Bendahara tapi Hang Tuah disembunyikan di sebuah hutan di Hulu Melaka. Di lain pihak, Hang Jebat dilantik oleh Sultan menjadi Laksamana menggantikan Hang Tuah. Lalu keris Taming Sari telah dianugerahkan kepada Hang Jebat yang dulu adalah kawan dekat Hang Tuah. Hang Jebat menyangka Hang Tuah telah meninggal karena hukuman mati yang dijatuhkan oleh Sultan. Kemudian Hang Jebat menurut Hikayat Hang Tuah atau Hang Kasturi menurut Sejarah Melayu, melakukan pemberontakan kepada Sultan dan mengambil alih kekuasaan istana. Tidak seorang pun yang bisa melawan Hang Jebat baik itu pendekar atau panglima yang ada di Melaka, karena Hang Jebat atau Hang Kasturi sudah kebal dengan bantuan keris Taming Sari. Sultan Mahmud terpaksa melarikan diri dan berlindung di rumah Bendahara. Akhirnya pada waktu itu baginda baru menyesal telah membunuh Hang Tuah yang tidak bersalah. Inilah saatnya Bendahara memberitahu bahwa Hang Tuah masih hidup. Hang Tuah kemudiannya telah dipanggil pulang dan ditugaskan untuk membunuh Hang Jebat. Akhirnya Hang Tuah berhasil merampas keris Taming Sarinya dari Hang Jebat, setelah tujuh hari pertarungan. Lalu Hang Tuah membunuh Hang Jebat. Dalam pertarungan panjang ini, Hang Jebat menjelaskan bahwa dulu dia membela sahabatnya Hang Tuah yang telah difitnah dan dijatuhi hukuman mati oleh Sultan. Tapi di lain pihak, Hang Tuah telah membantu sultan yang sebelum itu menjatuhkan hukuman tanpa bukti yang kuat. Lalu Hang Jebat mengacu pada hadist Abu Bakar Siddiq bahwa jika seorang Muslim bersalah, maka rakyat boleh menjatuhkannya. Berdasarkan alasan tersebut, makanya Hang Jebat dulu memberontak pada Sultan, dan berusaha menegakkan kebenaran. — Catatan redaksi Sampai saat ini cerita ini masih menjadi perdebatan orang melayu. Ada yang menganggap Hang Tuah sebagai pahlawan, dan ada pula yang menganggap bahwa pahlawan yang sebenarnya adalah Hang Jebat. Di pihak yang mendukung Hang Tuah, ada sebuah alasan yang dikemukakan yaitu Hang Jebat bukan saja memberontak kepada sultan, tapi juga telah banyak membunuh penduduk Malaka yang tidak berdosa. Oleh karena itu wajarlah jika Hang Tuah membunuh Hang Jebat, karena dia berhak membunuh orang yang telah membunuh penduduk. Ada sebuah sumpah yang terkenal dari Hang Tuah ialah “Tak Melayu hilang di dunia”. Artinya adalah suku Melayu tidak akan punah di bumi ini. Originally posted 2012-11-05 141506. Republished by Blog Post Promoter
Hikayat adalah jenis karya sastra yang mungkin kurang familiar di kalangan masyarakat modern. Oleh karena itu, contoh teks hikayat singkat beserta struktur lengkapnya perlu diketahui. Karya sastra ini umumnya disajikan dalam Bahasa Melayu yang memuat sejarah atau hukum yang sifatnya rekaan, dongeng, kepahlawanan, dan keagamaan. Umumnya, karya prosa ini menceritakan tentang kehebatan seseorang yang dilengkapi dengan kesaktian atau kekuatan tertentu. Hikayat termasuk jenis prosa lama yang diturunkan secara turun-temurun. Struktur Cerita HikayatDaftar IsiStruktur Cerita HikayatUnsur-Unsur HikayatContoh Teks Hikayat Singkat beserta StrukturUnsur Intrinsik dan Ekstrinsik Contoh Teks Hikayat Daftar Isi Struktur Cerita Hikayat Unsur-Unsur Hikayat Contoh Teks Hikayat Singkat beserta Struktur Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Contoh Teks Hikayat Agar lebih memahami karakteristik dari hikayat, sebaiknya simak contoh teks hikayat singkat beserta struktur lengkapnya di bawah ini 1. Abstraksi Abstraksi yang terdapat di dalam contoh teks hikayat singkat beserta struktur umumnya berisi tentang inti cerita yang nantinya dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis peristiwa. Abstraksi disebut juga dengan gambaran atau deskripsi yang ada di dalam cerita. Dalam membuat kisah hikayat, boleh saja untuk tidak memakai abstraksi. Namun, perlu diketahui bahwa abstraksi menjadi suatu awal yang cukup penting dalam membangun cerita hikayat yang solid. 2. Orientasi Orientasi merupakan struktur bagian contoh teks hikayat yang berisi tentang latar waktu, tempat, dan suasana. Umumnya, orientasi yang terdapat dalam sebuah cerita disusun secara dramatis. Hal ini dilakukan dengan harapan agar pembaca bisa ikut merasakan situasi yang ada dalam cerita. Jadi, walaupun cerita hikayat disampaikan secara turun temurun, namun inti kisahnya masih tetap sama. 3. Komplikasi Komplikasi adalah struktur dalam contoh hikayat Melayu pendek yang berisikan tentang rangkaian peristiwa yang dihubungkan dengan sebab-akibat. Selain itu, dalam komplikasi juga bisa ditemukan karakteristik tokoh dengan berbagai jenis keunikannya. 4. Evaluasi Evaluasi adalah struktur dalam contoh teks hikayat singkat yang berisi berbagai jenis konflik yang mulai menemukan titik terang atau resolusi penyelesaian. Evaluasi dilakukan oleh tokoh-tokoh yang mempunyai peran sentral dalam cerita tersebut. Evaluasi bisa memberikan dampak yang baik pada akhir cerita. 5. Resolusi Resolusi merupakan bagian dari hikayat yang memuat berbagai jenis solusi dari masalah tertentu yang dialami oleh karakter atau tokoh di dalam cerita. Umumnya, resolusi bisa ditampilkan dari pemikiran yang dimiliki penulisnya. Bagian resolusi ini disajikan oleh penulisnya dan dapat dijadikan nilai-nilai yang digunakan atau ditiru dalam kehidupan sehari-hari. 6. Koda Koda merupakan bagian akhir dari teks hikayat yang berisi tentang kesimpulan. Struktur hikayat ini mengandung hikmah yang bisa bermanfaat bagi para pembacanya. Melalui koda, maka poin penting dari sebuah cerita bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca. Unsur-Unsur Hikayat Contoh teks hikayat singkat beserta struktur utamanya terdiri dari dua unsur, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Adapun penjelasan mengenai kedua unsur tersebut yaitu sebagai berikut Unsur Intrinsik Hikayat Unsur intrinsik merupakan unsur yang menciptakan cerita dari dalam. Unsur ini bisa diidentifikasi dengan membaca karya hikayat itu sendiri. Jenis-jenis unsur intrinsik di antaranya sebagai berikut Tema Tema merupakan gagasan yang melatarbelakangi suatu cerita. Tidak jarang, tema tersirat di dalam judul prosa atau di dalam perilaku tokoh. Latar Latar merupakan tempat, waktu, dan suasana yang terangkum dalam sebuah cerita. Dalam karya sastra lama, larat adalah unsur yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari daerah asal karya tersebut. Tokoh Tokoh merupakan pemeran di dalam suatu cerita. Bisa dibilang, unsur ini termasuk unsur utama dalam suatu cerita hikayat. Alur atau Plot Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam suatu cerita. Alur pada contoh teks hikayat singkat beserta struktur kisahnya terdiri dari dua jenis, yakni alur maju dan alur mundur Sudut Pandang Sudut pandang merupakan teknik yang dipilih oleh pencerita dalam mengemukakan gagasannya. Sudut pandang terdiri dari dua jenis, yakni sudut pandang orang pertama dan juga orang ketiga. Amanat Amanat merupakan pesan atau amanat yang terkandung dalam suatu cerita Gaya Bahasa Gaya bahasa merupakan cara penulis dalam menyajikan cerita dengan memakai unsur-unsur keindahan dalam tutur katanya. Penokohan Penokohan merupakan bentuk penyajian citra atau watak tokoh. Fungsinya yaitu untuk membedakan antara tokoh utama dan tokoh figuran. Jika dilihat dari tema, tokoh dibedakan menjadi dua jenis, yakni tokoh protagonis dan juga antagonis. Unsur Ekstrinsik Hikayat Unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut membangun alur suatu kisah. Unsur-unsur ekstrinsik dalam karya hikayat umumnya berkaitan dengan latar belakang cerita. Contohnya seperti latar belakang adat, agama, budaya, dan lain sebagainya. Sejatinya, tidak ada karya sastra yang lahir secara otonom, begitu juga dengan hikayat. Setiap karya sastra selalu berkaitan dengan unsur ekstrinsik. Sebagian besar contoh teks hikayat singkat beserta struktur yang dimilikinya berasal dari faktor kemasyarakatan. Dengan begitu, maka bisa dikatakan bahwa unsur ekstrinsik merupakan unsur pembentuk contoh teks hikayat dari luar. Agar bisa membangun unsur ekstrinsik, maka perlu bantuan dari ilmu-ilmu lain seperti filsafat, psikologi, sosiologi, dan lain-lain. Contoh Teks Hikayat Singkat beserta Struktur Beberapa contoh teks hikayat singkat beserta struktur yang populer di kalangan masyarakat. Setiap contoh teks hikayat di bawah ini dicuplik dari cerita-cerita lokal. 1. Hikayat Si Miskin Alkisah, Si Miskin dan istrinya menjalani hidup di dalam pembuangan di dunia akibat memperoleh kutukan dari Batara Indera. Usai memperoleh putra bernama Marakarmah, kemudian mereka juga mendapatkan kekayaan. Pada akhirnya, Si Miskin menjadi raja yang memiliki gelar Maharaja Indra Angkasa. Putra keduanya bernama Nila Kesuma. Ia adalah seorang putri yang cantik jelita. Dikarenakan percaya dengan ramalan para ahli nujum yang menjadi kaki tangan Maharaja Indera Dewa yang iri dengannya, Marakarmah dan istrinya diusir dari istananya sendiri. Setelah peristiwa itu, akhirnya Maharaja Indera Angkasa kembali menjadi orang miskin. Dalam pengusiran tersebut, Marakarmah berjumpa dengan putri Cahaya Khairani yang selanjutnya dikawinnya. Nila Kesuma ada di dalam hutan dan dipersunting oleh Putra Mahkota Mengindra Sari yang berasal dari Kerajaan Pelinggam Cahaya. Di istana itulah kakak beradik tersebut bertemu kembali usai melakukan pengembaraan yang penuh rintangan. Marakarmah juga berhasil mengembalikan kebesaran milik ayah ibunya dengan bantuan para-sahabatnya. Marakarmah juga bisa menghancurkan kerajaan Maharaja Indera Dewa. Abstraksi Si Miskin yang awalnya hidup serba kekurangan bisa menjadi seseorang yang memiliki kedudukan dan kekayaan. Namun, kekayaan tersebut tidak abadi karena ia memperoleh kutukan dari batara Indera. Meskipun jatuh miskin, namun Si Miskin dikaruniai dua orang anak yang bernama marakarmah dan Putri Nila Kesuma. Kedua anaknya tersebut menikah dengan para bangsawan yang pada akhirnya mampu mengangkat derajat orang tuanya. Orientasi Orientasi pada cerita hikayat Si Miskin merujuk pada waktu, tempat, dan suasana di dalam cerita. Orientasi hikayat Si Miskin yaitu sebagai berikut Waktu Pagi, siang, sore, malam tidak dijelaskan secara detail Tempat Kerajaan dan hutan Suasana Sedih, dan penuh haru Komplikasi Komplikasi pada hikayat Si Miskin adalah ia dan istrinya memperoleh kutukan dari Batara Indera. Padahal, hidupnya baru saja mengalami kemujuran karena dapat tinggal di istana bersama keluarganya. Namun, kebahagiaan tersebut sirna karena Si Miskin dan keluarganya kembali miskin dan hidup serba kekurangan. Evaluasi Kemiskinan yang diderita oleh keluarga Si Miskin rupanya tidak bertahan lama karena Marakarmah dan Nila Kesuma berhasil menikah dengan para bangsawan. Hal ini secara tidak langsung juga ikut mengangkat nama baik dan derajat orang tuanya, sehingga tidak lagi dikucilkan. Resolusi Marakarmah menikah dengan putri Cahaya Khairani, sedangkan Nila Kesuma dinikahi oleh Putra Mahkota Mengindra Sari. Setelah berhasil menikah dengan para bangsawan, kedua kakak dan adik tersebut akhirnya bertemu kembali setelah melakukan pengembaraan yang jauh. Koda Koda atau amanat yang ingin disampaikan penulis dalam hikayat Si Miskin adalah kesengsaraan dan kesedihan tidak akan selamanya terjadi. Sebab, roda kehidupan selalu berputar. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah tetap berbuat baik kepada sesama manusia tanpa pamrih. Dengan begitu, kebaikan yang lain juga akan datang ke dalam hidup kita. 2. Hikayat Dua Bersaudara Syahdan adalah dua raja bersaudara bernama Raja Ahmad dan Raja Muhammad. Raja Muhammad mendapatkan seorang anak putri yang cantik parasnya dalam sebatang bambu di tengah hutan. Putri itu diberikan nama putri Betong. Begitu pula dengan Raja Ahmad yang beroleh seorang anak laki-laki. Anak itu dibawakan oleh seekor gajah dan dinamakan Merah Gaja. Merah Gajah dikawinkan bersama dengan Putri Betong dan beroleh dua anak laki-laki tampan, yakni Merah Silu dan Merah Hasum. Setelah orang tuanya meninggal, ibunya lenyap karena sehelai rambutnya berwarna putih perak dicerabut oleh ayahnya Merah Gajah. Akhirnya, ayahnya mati terbunuh dan Merah Silu menjadi orang yang kaya raya karena bisa mengubah banyak gelang menjadi emas. Kemudian, dia berpindah tempat tinggal dan membangun kerajaan. Setelah masuk Islam, ia mendapatkan gelar Sultan Malikul Saleh. Kerajaannya disebut dengan. Putranya bernama Malikul Tahir juga membangun Kerajaan Pasai yang diselaraskan dengan anjingnya yang mati di tempat itu. Ia mendapatkan dua orang putra yang bernama Malikul Mahmud dan juga Malikul Mansur. Saat Pasai dihabisi oleh Siam, Malikul Mahmud menjadi pemimpin peperangan untuk melawannya. Siam pun akhirnya kalah. Malikul Mahmud kemudian menggantikan ayahnya untuk menjadi Raja Pasai. Namun, Malikul Mansur yang merupakan adiknya diasingkan karena dianggap sebagai musuh. Pada akhirnya Sultan Malikul Mahmud menyesali perbuatannya dan merasa pilu sat mendengar kabar bahwa adiknya sudah meninggal di dalam pengasingan. Ia jatuh sakit dan kemudian mangkat, Ialu terganti oleh Sultan Ahmad yang berkuasa secara mutlak. Putranya sebanyak lima orang, yaitu Tun Beraim Bapa, Tun Abdul Fazil, Tun Abdul Jalil, Tun Madim, dan Tun Takiah Dara. Tun Beraim Bapa menghalangi niat Sultan Ahmad yang ingin mempersunting putrinya sendiri denga cara membunuhnya Demikian pula dengan Tun Abdul Jalil yang dibunuhnya karena Sultan Ahmad menginginkan Putri Gemerancang untuk jadi calon istrinya. Begitu tahu kekasihnya dibunuh, Putri Gemerancang melenyapkan nyawanya sendiri dengan terjunke lautan. Raja Majapahit sangat murka atas berita duka tersebut. Kerajaan Pasai akhirnya diserang dan dikalahkan. Sultan Ahmad akhirnya melarikan diri dari kerajaannya. Majapahit akhirnya melakukan ekspansi ke Jambi, Ujong Tanah, dan Palembang. Kemenangan didapatkannya di mana-mana. Hanya saja, nasib Majapahit tidak terlalu mujur di Suatang Minangkabau. Usai kalah beradu kerbau, laskar Majapahit dihabisi oleh laskar Suatang. Abstraksi Cerita diawali dengan dua orang raja bersaudara yang sama-sama mendapatkan anak secara ajaib. Raja Ahmad mendapatkan putri dari sebatang bambu. Sedangkan Raja Muhammad mendapatkan putra yang berasal dari seekor gajah. Kedua anak ini akhirnya dijodohkan dan dikaruniai dua orang anak laki-laki bernama Merah Silu dan Merah Hasum. Orientasi Orientasi berisi tentang waktu, tempat, dan suasana di dalam cerita hikayat Dua Bersaudara. Adapun waktu pada cerita tersebut adalah pagi, siang, dan malam tidak diceritakan secara detail. Tempat yang menjadi latar pada hikayat tersebut adalah kerajaan. Sedangkan suasana pada cerita tersebut menyedihkan dan penuh dendam karena terjadi peristiwa bunuh-membunuh. Komplikasi Komplikasi pada contoh hikayat kerajaan Dua Bersaudara adalah saat Putri Betong mati karena dibunuh oleh Merah Gajah. Diceritakan bahwa rambut putih yang dimiliki oleh Putri Betong dapat menyebabkan ia mengalami kematian jika dicabut. Hal ini menimbulkan murka dari anak-anaknya sehingga Merah Gajah harus meregang nyawa karena dibunuh oleh Merah Silu, anaknya sendiri. Evolusi Evolusi pada hikayat Dua Bersaudara adalah Merah Silu diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya yang sudah tewas. Hal ini membuat Merah Silu menjadi raja yang kaya raja karena bergelimang harta. Resolusi Meskipun memiliki masa lalu yang buruk, akhirnya Merah Silu masuk ke dalam Islam dan membangun kerajaan baru di tempat yang jauh. Hal ini menjadi lembaran baru bagi Merah Silu dan ia mendapat gelar Sultan Malikul Saleh. Koda Apapun permasalahannya, pembunuhan adalah hal yang tidak dibenarkan karena merenggut hak asasi manusia. Namun, di zaman dulu pembunuhan adalah hal yang biasa. Biasanya, konflik yang menyebabkan hal tersebut adalah karena perang saudara, perebutan tahta, kekuasaan, dan lain sebagainya. 3. Hikayat Patani Alkisah, Phaya Tu Kerub Mahajana adalah seorang raja di kota Maligai. Ia diganti oleh putranya, Phaya Tu Taqpa yang senang berburu seperti halnya orang-orang besar lainnya. Suatu hari, seekor pelanduk putih yang sedang diburunya tiba-tiba hilang di dekat tempat kediaman orang tua bernama Eneik Tani. Dari nama orang tua itulah, kerajaan yang dibangunnya itu diberi nama Patani. Usai Islam masuk, raja Phaya Tu Naqpa mendapat gelar Sultan Ismail Syah Zillullah Fil Alam. Semenjak saat itulah seluruh rakyat Patani memeluk agama Islam. Sepeninggal bagindanya, pemegang kerajaan tergantikan oleh putra sulungnya yang bernama Sultan Mudhaffar Syah. Ia menggelar jalinan persahabatan dengan Beracau dan mendapatkan istri. Dari istrinya tersebut, Sultan Mudhaffar Syah beroleh seorang putra yang diberi nama Sultan Patik Siam. Namun, ia bersikap khianat dengan Beracau. Beracau akhirnya diturunkan dari takhtanya dan dipaksa untuk meninggalkan istana. Berkat tindakan yang memicu salah paham, Sultan Mudhaffar Syah dan para pengiringnya bisa dikalahkan dan Beracau bisa kembali menduduki tahta kerajaan. Adiknya yang bernama Manzur Syah pun pergi meninggalkan Siam, tetapi Mudhaffar tinggal sendiri di Siam dan akhir kesudahannya tidak diketahui. Sultan Manzur Syah menggantikannya untuk menjadi raja Patani. Pada masa pemerintahannya, daerah Patani diserang dua kali berturut-turut oleh Palembang. Namun, serangan itu akhirnya bisa digagalkan. Hubungan dengan wilayah Siam juga bisa diperbaiki dengan mengirimkan keputusan dari pimpinan Seri Agar. Sepeninggalnya Sultan Manzur Syah, terjadilah kericuhan dalam negeri karena perebutan tahta. Tiga raja yang memerintah setelahnya adalah Sultan Patik Siam, Sultan Bahdur, dan Raja Bambang. Mereka semua mati berturut-turut karena adanya suatu intrik. Selanjutnya, tibalah masa pemerintahan raja putri. Raja Kuning ialah anggota dinasti Phaya Tu Kerub Mahajana terakhir. Selanjutnya, dinasti Kelantan menduduki tahta Kerajaan Patani. Abstraksi Cerita dalam Hikayat Patani diawali dengan Phaya Tu Kerub yang memimpin sebuah kerajaan di kota Maligai. Ia digantikan oleh putranya yang bernama Phaya Tu Taqpa yang gemar berburu di hutan seperti halnya tokoh penting lainnya. Orientasi Cerita tersebut berlatar di kerajaan dan menceritakan tentang kehidupan kerajaan. Hikayat Patani sangat kental dengan unsur-unsur Islami karena mendeskripsikan tentang kondisi asli di daerah Patani. Komplikasi Komplikasi pada cerita hikayat Patani adalah Sultan Mudhaffar Syah mengkhianati sahabatnya sendiri, yakni Beracau. Hal ini membuat Beracau harus meninggalkan istana dan diasingkan. Evolusi Berkat tindakan yang memicu salah paham, Sultan Mudhaffar Syah dan para pengiringnya bisa dikalahkan dan Beracau bisa kembali menduduki tahta kerajaan. Adiknya yang bernama Manzur Syah pun pergi meninggalkan Siam, tetapi Mudhaffar tinggal sendiri di Siam dan akhir kesudahannya tidak diketahui. Resolusi Sultan Manzur Syah menggantikan kedudukan sebagai Raja Patani. Pada masa pemerintahannya, daerah Patani diserang dua kali berturut-turut oleh Palembang. Namun, serangan itu bisa digagalkan dan hubungan dengan wilayah Siam bisa diperbaiki dengan mengirimkan keputusan dari pimpinan Seri Agar. Koda Jangan membunuh seseorang meskipun merasa dendam atau benci terhadapnya. Menghilangkan nyawa manusia adalah tindakan yang tercela dan tidak dibenarkan dalam ajaran apapun. 4. Hikayat Kerajaan Gandalika Alkisah, berdirilah sebuah Kerajaan bernama Gandalika. Kerajaan ini adalah negeri yang sangat indah dan menawan. Tanahnya subur makmur dan masyarakatnya hidup tentram dan aman. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja bernama Baharuddin. Ia memiliki permaisuri yang cantik jelita bernama Salikah. Raja Baharuddin ialah seorang raja yang gagah perkasa. Sahabat dan musuh-musuhnya pun sangat menghormatinya. Pedang yang diayunkannya membuat hati menjadi bergetar hebat. Mata Raja Baharuddin nampak seperti elang yang melindungi anak-anaknya dari serangan musuh. Kakinya seperti kijang emas yang diincar para pemburu karena sangat kuat dan cepat. Namun, ia memiliki kekurangan, yaitu belum memiliki keturunan. Permaisurinya sudah lama mereka menikah, namun Permaisuri Salikah belum kunjung dikaruniai oleh seorang putra. Tetapi mereka masih belum mempunyai keturunan. Permaisuri menjadi berkecil hati dan meratapi nasibnya. Suatu hari, Raja Baharuddin terbangun dan menunaikan sholat tahajud. Selepas itu, ia berdoa untuk diberikan seorang putra. Raja Baharuddin bersujud sambil menahan air mata dan mengingat-ingat dosa yang pernah dilakukannya. hingga Allah memberikan hukuman yang begitu berat. Apapun risikonya akan ia terima supaya mempunyai putra. Abstraksi Di suatu tempat, berdirilah kerajaan Gandalika yang sangat indah dan cantik. Rakyatnya hidup makmur karena tanah di kerajaan tersebut subur. Kerajaan ini dikepalai oleh seorang raja yang bernama Baharuddin. Permaisuri Salikah adalah istrinya yang sangat cantik jelita. Orientasi Orientasi pada hikayat ini adalah berada di Kerajaan Gandalika. Latar waktu pada hikayat Kerajaan Gandalika tidak dijelaskan secara rinci. Sedangkan suasana yang tergambar di dalamnya adalah ada penuh haru dan kesedihan karena Permaisuri tidak kunjung mendapat keturunan. Komplikasi Raja Baharuddin memiliki kekurangan, yakni belum memiliki anak. Padahal, pernikahannya dengan permaisuri telah berjalan cukup lama. Evolusi Meskipun belum juga dikaruniai keturunan, namun Raja Baharuddin senantiasa berdoa kepada Sang Pencipta agar segera mendapatkan momongan. Resolusi Setiap hari, ia selalu menjalankan sembahyang dan memohon ampunan kepada Tuhan. Berharap agar kali ini Tuhan mau mengabulkan permohonannya. Koda Apapun masalahnya, mengadu kepada Tuhan adalah hal yang wajib dilakukan. Sebab, hanya Tuhan yang mampu mengabulkan permohonan kita. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Contoh Teks Hikayat Berikut adalah unsur intrinsik dan Ekstrinsik hikayat sesuai dengan contoh teks hikayat yang telah dijelaskan di atas 1. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat Si Miskin Tema Tema pada Hikayat Si Miskin adalah kesabaran akan membuahkan kesuksesan. Perjalanan hidup yang banyak rintangan dan cobaan dapat dilalui dengan doa dan usaha tanpa henti. Alur Alur maju, bisa terlihat dari awal, penulis menceritakan peristiwa tersebut secara runtut dari akar permasalahan sampai akhir. Tokoh Mara Karmah, Puteri Nila Kesuma, Pemilik kebun. Watak Mara Karmah memiliki sifat penyayang, pemberani, dan tekun Puteri Nila Kesuma memiliki sifat yang manja dan cengeng Pemilik kebun memiliki sifat yang pemarah dan ceroboh. Latar Latar tempat Istana, gunung, hutan, dan dusun. Latar waktu Pagi, siang, malam tidak dijelaskan secara mendetail. Latar sosial Menceritakan tentang kondisi tokoh yang penuh penderitaan. Sudut pandang Sudut pandang pada Hikayat Si Miskin menggunakan sudut pandang orang ketiga. Alur Hikayat ini menggunakan alur maju karena berorientasi pada masa depan. Amanat Amanat yang terkandung dalam cerita ini adalah sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. 2. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat Dua Bersaudara Tema Tema pada Hikayat Dua Bersaudara adalah tentang perebutan tahta antar saudara. Alur Alur yang digunakan dalam hikayat ini adalah alur maju. Tokoh Tokoh pada cerita ini adalah Raja Ahmad, Raja Muhammad, Merah Gaja, Putri Betong Watak Raja Ahmad Baik, bersahaja Raja Muhammad Baik, bersahaja Merah Gaja Jahat Putri Betong Baik, ramah Latar Latar tempat Kerajaan Samudera Darul Islam Latar waktu Pagi, siang, malam tidak disebutkan secara jelas Latar suasana Tegang, penuh intrik, banyak terjadi pembunuhan. Sudut Pandang Hikayat ini menggunakan sudut pandang orang ketiga. Alur Alur yang digunakan pada hikayat Dua Bersaudara adalah alur maju. Amanat Amanat yang terkandung dalam hikayat ini adalah jangan membunuh orang yang tidak berdosa. 3. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat Patani Tema Tema pada cerita ini adalah perebutan tahta. Alur Alur cerita pada Hikayat Patani menggunakan alur maju. Tokoh Tokoh yang terdapat dalam cerita ini adalah Phaya Tu Kerub Mahajana, Phaya Tu Taqpa, Sultan Mudhaffar Sya. Sultan Patik Siam, dan Beracau. Watak Phaya Tu Kerub Mahajana Tegas, berwibawa. Phaya Tu Taqpa Penurut, Baik Sultan Mudaffar Sya Baik dan adil Sultan Patik Siam Bersikap semaunya sendiri Beracau Tidak mudah terkalahkan Latar Latar pada cerita ini adalah kerajaan. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam Hikayat Patani adalah sudut pandang orang ketiga. Alur Alur yang dipakai pada cerita ini adalah alur maju. Amanat Jangan berebut tahta dengan cara saling membunuh karena itu perbuatan yang sangat buruk. 4. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Hikayat Kerajaan Gandalika Tema Tema pada hikayat Kerajaan Gandalika adalah tentang perjuangan mendapat seorang putra. Alur Alur yang digunakan dalam cerita ini adalah alur maju. Tokoh Tokoh pada Hikayat Kerajaan Gandalika adalah Raja Baharuddin dan Salikah. Watak Watak Raja Baharuddin adalah gagah perkasa, baik, berwibawa, dan sabar. Sedangkan Salikah berwatak sabar dan penuh kasih sayang. Latar Latar pada cerita ini adalah kerajaan Gandalika Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam cerita ini adalah orang ketiga. Alur Hikayat Kerajaan Gandalika menggunakan alur maju. Amanat Amanat yang terkandung di dalam cerita ini adalah kita harus memiliki sikap pantang menyerah ketika menginginkan sesuatu. Jangan lupa sertakan Tuhan dalam setiap jalan hidup kita. Contoh teks hikayat dan unsur pentingnya di atas dapat menjadi buah pembelajaran yang berharga bagi masyarakat di masa kini. Pastinya, akan selalu ada amanah atau pesan moral dari setiap contoh teks hikayat singkat beserta struktur yang terkandung di dalam hikayat. Semoga contoh teks hikayat ini bermanfaat. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta
Tahu gak sih, ternyata salah satu bentuk sastra prosa tuh gak cuma cerpen, legenda, cerita rakyat aja, tapi juga ada hikayat loh! Apa sih, yang dimaksud dengan Hikayat itu? Penasaran? Yuk simak seksama ulasan tentang hikayat berikut ini. Pengertian HikayatFungsi HikayatCiri-Ciri HikayatStruktur HikayatUnsur-Unsur Hikayat1. Unsur Intrinsik2. Unsur EktrinsikJenis-Jenis Hikayat1. Hikayat Berdasarkan Isinya2. Hikayat Berdasarkan AsalnyaNilai-Nilai dalam Hikayat1. Nilai Religius2. Nilai Sosial3. Nilai Budaya4. Nilai Pendidikan5. Nilai Kepahlawanan Patriotik6. Nilai Ekonomi7. Nilai Politik8. Nilai Moral9. Nilai Estetis10. Nilai DidaktisContoh Hikayat Hikayat tersebut berasal dari Bahasa Arab, yaitu “haka” yang mempunyai arti “bercerita atau menceritakan”. Terus, apa sih yang dimaksud dengan Hikayat tersebut? Hikayat yaitu salah satu bentuk sastra prosa, terutama pada Bahasa Melayu yang berisikan tentang suatu kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya, hikayat mengisahkan tentang kehebatan atau kepahlawanan seseorang lengkap juga dengan keanehan, kesaktian, dan mukjizat dari tokoh utama. Sebuah hikayat tersebut dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara, atau bisa juga buat membangkitkan semangat juang. Salah satu ciri utama dari hikayat adalah anonim yang berarti. Fungsi Hikayat Fungsi hikayat adalah sebagai pembangkit semangat, penghibur “pelipur lara”, atau juga cuma buat meramaikan sebuah pesta. Terkadang, hikayat tersebut mirip dengan cerita sebuah sejarah yang isinya itu banyak ada hal-hal yang gak masuk akal dan dipenuhi dengan keajaiban. Hikayat tersebut mulai berkembang pada masa Melayu Klasik, jadi banyak kata yang ada dalam hikayat itu mengandung Bahasa Melayu Klasik yang terkadang susah buat dimengerti. Ciri-Ciri Hikayat Berikut ini, ada beberapa ciri-ciri dari sebuah hikayat, diantaranya yaitu 1. Bahasa Bahasa yang dipakai pada hikayat tersebut merupakan bahasa Melayu Lama. 2. Istana Sentries Pusat ceritanya itu ada didalam lingkungan istana, dan hikayat tersebut sering sekali bertema dan berlatar kerajaan. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan tokoh yang diceritakan yaitu Raja dan Pangeran anak raja. Selain itu, latar tempat dalam cerita ini yaitu negeri yang dipimpin oleh raja dalam suatu kerajaan. 3. Pralogis Kemustahilan Banyak cerita yang ada pada hikayat gak bisa buat diterima oleh akal pikiran kita. Kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa atau dari segi cerita. Kemustahilan ini berarti hal yang gak logis atau juga gak bisa diterima nalar. Contohnya Seperti bayi lahir disertai pedang dan panah, seorang putri keluar dari gendang. 4. Bersifat Statis dan Komunal Didalam Hikayat tersebut mempunyai sifat yang kaku dan juga tetap. Sedangkan, bersifat komunal artinya adalah menjadi milik masyarakat. 5. Kesaktian Pasti kamu sering sekali menemukan kesaktian pada para tokoh dalam sebuah cerita hikayat. Contohnya Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan, Raksasa memberi sarung kesaktian buat mengubah wujud dan kuda hijau. 6. Anonim Anonim tersebut berarti gak diketahui dengan secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan karena, cerita yang disampaikan itu secara lisan. Artinya, gak jelas siapa yang membuat atau mengarang hikayat tersebut. 7. Arkais Menggunakan kata arkhais, bahasa yang dipakai pada masa lampau. Jarang dipakai atau gak lazim dipakai dalam komunikasi pada masa kini. Contohnya Hatta, maka, titah, upeti, bejana, syahdan, dan juga sebermula. 8. Bersifat Tradisional dan Didaktis Hikayat bersifat tradisional atau meneruskan budaya, tradisi, kebiasaan yang dianggap baik. Sedangkan, bersifat didaktis atau mendidik baik didaktis secara moral atau didaktis secara religi. 9. Menggunakan Bahasa Klise Pada hal ini, didalam sebuah hikayat menggunakan bahasa yang diulang-ulang. Struktur Hikayat 1. Abstraksi Abstraksi yaitu ringkasan atau inti dari cerita yang akan dikembangkan jadi rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga gambaran awal dalam cerita. Abstrak ini mempunyai sifat orsional, yang artinya sebuah teks hikayat boleh gak memakai abstrak. 2. Orientasi Orientasi adalah bagian teks yang berkaitan dengan waktu, tempat, atau suasana yang berkaitan dengan hikayat tersebut. 3. Komplikasi Komplikasi berisi urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Pada bagian komplikasi ini, kamu bisa mendapatkan karakter atau watak dari tokoh cerita sebab kerumitan mulai bermunculan. 4. Evaluasi Evaluasi adalah konflik yang terjadi dan mengarah ke klimaks mulai mendapatkan penyelesaiannya dari konflik tersebut didalam hikayat. 5. Resolusi Pada bagian resolusi ini, si pengarang mengungkapkan solusi terhadap permasalahan yang dialami tokoh atau pelaku didalam hikayat tersebut. 6. Koda Koda merupakan nilai atau pelajaran yang bisa kamu ambil dari suatu teks cerita oleh pembacanya. Unsur-Unsur Hikayat Unsur-unsur hikayat itu terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nah, berikut dibawah ini penjelasannya 1. Unsur Intrinsik Unsur Intrinsik dalam hikayat merupakan unsur yang membangun cerita dari dalam. Nah, berikut ini ada beberapa unsur-unsur intrinsik yang membangun sebuah hikayat, yaitu Tema, merupakan suatu gagasan yang mendasari sebuah cerita. Latar, merupakan tempat, waktu, dan situasi/suasana yang tergambar dalam suatu cerita. Alur, merupakan sebuah jalinan peristiwa dalam sebuah cerita. Amanat, merupakan sebuah pesan yang disampaikan oleh pengarang dengan melalui sebuah cerita. Tokoh, merupakan pemeran pada cerita. Penokohan merupakan penggambaran watak dari sang tokoh. Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan darimana sebuah cerita dikisahkan oleh pencerita. Gaya, buat gaya ini berhubungan dengan bagaimana cara penulis menyajikan sebuah cerita dengan menggunakan bahasa dan juga unsur-unsur keindahan lainnya. 2. Unsur Ektrinsik Unsur ekstrinsik merupakan suatu unsur yang membangun cerita tersebut dari luar. Unsur ekstrinsik pada hikayat ini biasanya berhubungan dengan latar belakang background cerita Contohnya Seperti latar belakang agama, adat, budaya, dan lain sebagainya. Unsur ekstrinsik juga berkaitan dengan nilai atau norma kehidupan dalam cerita. Contohnya Seperti nilai moral, nilai agama, nilai budaya, nilai sosial, dan lain sebagainya. Jenis-Jenis Hikayat Hikayat ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu berdasarkan isinya dan berdasarkan asalnya. Berikut penjelasannya 1. Hikayat Berdasarkan Isinya Berdasarkan Isinya, hikayat terbagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya yaitu sebagai berikut ini Cerita-cerita Islam Sejarah dan Biografi Cerita berbingkat Cerita Rakyat Epos India Cerita dari Jawa. 2. Hikayat Berdasarkan Asalnya Hikayat berdasarkan asalnya ini dibagi menjadi beberapa jenis, yang diantaranya sebagai berikut a. Melayu Asli Contoh Hikayat Melayu Asli, diantaranya yaitu Hikayat Hang Tuah bercampur unsur islam Hikayat Si Miskin bercampur unsur islam Hikayat Indera Bangsawan Hikayat Malim Deman. b. Pengaruh Jawa Contoh Hikayat yang mempunyai pengaruh Jawa, diantaranya sebagai berikut ini Hikayat Panji Semirang Hikayat Cekel Weneng Pati Hikayat Indera Jaya dari cerita Anglingdarma. c. Pengaruh Hindu India Contoh dari Hikayat pengaruh India, diantaranya yaitu Hikayat Sri Rama dari cerita Ramayana Hikayat Perang Pandhawa dari cerita Mahabarata Hikayat Sang Boma dari cerita Mahabarata Hikayat Bayan Budiman. d. Pengaruh Arab-Persia Contoh dari Hikayat Pengaruh Arab-Persia, diantaranya sebagai berikut ini Hikayat Amir Hamzah Pahlawan Islam Hikayat Bachtiar Hikayat Seribu Satu Malam. Nilai-Nilai dalam Hikayat 1. Nilai Religius Nilai religius merupakan nilai kepercayaan terhadap Sang Maha Pencipta. 2. Nilai Sosial Nilai sosial merupakan nilai yang mencerminkan norma-norma berinteraksi terhadap sesama. 3. Nilai Budaya Nilai budaya merupakan nilai yang berkaitan dengan adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tertentu. 4. Nilai Pendidikan Nilai pendidikan merupakan nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menyangkut kegiatan belajar mengajar baik di sekolah atau di luar sekolah. 5. Nilai Kepahlawanan Patriotik Nilai patriotik merupakan nilai yang berkaitan dengan sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. 6. Nilai Ekonomi Nilai ekonomi merupakan segala hal yang berhubungan dengan usaha manusia buat memenuhi kebutuhannya. 7. Nilai Politik Nilai politik yaitu nilai yang berkaitan dengan segala hal yang berhubungan dengan tujuan tertentu buat meraih kemenangan pada diri seseorang dan berkaitan dengan usaha buat mengatur kelangsungan hidup. 8. Nilai Moral Nilai moral atau etika merupakan nilai yang berkaitan dengan baik buruknya suatu perbuatan yang berlaku dalam masyarakat. 9. Nilai Estetis Sudjiman menyatakan nilai estetis yaitu emosi dan pikiran dalam hubungannya dengan keindahan dalam sastra, terlepas dari pertimbangan-pertimbangan moral, sosial, politik praktis, dan ekonomis. Estetika berurusan dengan konsep-konsep tentang apa yang indah dan buruk, yang syahdu dan lucu yang sama sekali gak ada urusan langsung dengan kegunaan atau morlitas. Nilai estetika dalam sastra berkaitan dengan bahasa dalam seni sastra. Disamping bersifat imajinatif dan fiktif, dalam bahasa sastra banyak mengandung konotatif dan makna kiasan. Makanya, karya sastra mengandung nilai estetik yang tinggi. 10. Nilai Didaktis Sudjiman menyatakan penggunaan karya sastra sebagai alat pengajaran atau pembinaan moral, keagamaan dan estetika. Kalo maksud utama pengarang yaitu menyampaikan pesan atau pengajaran, karyanya bersifat didaktis, jadi pengaranglah yang menentukannya. Tapi, Nurgiyantoro mengemukakan kalo bentuk menyampaikan nilai pendidikan itu bersifat moral atau budaya, ada bentuknya, langsung atau gak langsung. Dalam hal ini hikayat termasuk folklore sastra klasik yang bentuk penyampaian pesannya hendak disampaikan pembaca. Contoh Hikayat Cerita Rakyat Hang Tuah Dikisahkan ada sepasang suami istri. Sang suami bernama Hang Mahmud, dan si istri berjuluk Dang Merdu. Keduanya dikaruniai seorang putra bernama Hang Tuah. Pasangan itu, tinggal bersama anak mereka di sebuah desa bernama Sungai Duyung. Sungai Duyung dipimpin oleh seorang raja Bintan yang terkenal bijak dan sangat disegani. Pada suatu malam, sang suami berkeluh pada si istri ingin merubah nasib ke Bintan. Malamnya, saat semua tertidur, Sang Suami Hang Mahmud bermimpi. Dalam mimpinya tersebut dirinya melihat bulan turun dari langit. Bulan tersebut bersinar tepat di atas kepala anaknya Hang Tuah. Hang Mahmud terbangun dan langsung menemui anaknya yang ternyata berbau wangi. Esok paginya, dirinya membuat pesta selamatan sebagai bentuk doa atas mimpinya malam kemarin. Suatu hari Hang Tuah pergi bersama ayahnya buat pergi membelah kayu sebagai bahan bakar. Tapi, tiba-tiba datang kawanan pemberontak. Semua orang udah kabur, selain Hang Tuah. Para pemberontak mencoba membunuhnya, tapi malah mereka yang mati terkena kapak Hang Tuah. Sejak saat itu, Raja Bintan percaya padanya. Tapi, Para Tumenggung justru iri dan mencoba memfitnah Hang Tuah. Para Tumenggung menuduh Hang Tuah yaitu pemberontak yang sebenarnya. Mereka menghasut raja Bintan buat segera membunuh Hang Tuah. Tapi Hang Tuah selalu dilindungi Allah SWT dan gagal terbunuh. Hang Tuah akhirnya lebih memilih mengasingkan diri. Gimana tuh pembahasannya? Sangat mudah dipahami kan? Nah, kalo ada kekurangan atau pertanyaan seputar hikayat yang ada diatas. Tulis aja di kolom komentar dibawah ini yak! Selamat belajar dan sukses selalu buat sobat cerdika 😀 Originally posted 2020-08-28 130445.
hikayat hang tuah beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik